Main Ke Rumah Heksa
Tiba di kediaman Johnny, Jeffran turun dari mobil dengan menggendong Skala. Mereka berdua disambut oleh Heksa yang tadinya bermain sepeda di halaman depan. Heksa lantas masuk dan memanggil Johnny, mempersilakan tamunya untuk masuk ke dalam rumahnya.
Skala turun dari gendongan Jeffran dan dia langsung berlari menghampiri Heksa yang masih di luar sambil menggayuh sepedanya.
“Gantian dong.” kata Skala pelan, dari tadi dia hanya memperhatikan Heksa yang asik bersepeda.
Heksa turun dari sepedanya, dia hanya menangguk dan memberikan giliran Skala untuk bermain.
Hampir memakan waktu beberapa menit, sampai akhirnya keduanya pun masuk. Skala yang sudah dipenuhi keringat pun menghampiri Jeffran yang masih mengobrol urusan bapak-bapak. Jeffran memangku Skala dan dengan telaten mengelap keringat anaknya dengan tisu.
“Papi, mau minum.” pinta Skala sambil menunjuk-nunjuk minuman Jeffran.
Jeffran tak langsung memberikan anaknya minum, karena yang diminumnya berupa soda. Refleks Johnny menanggil Heksa, “Kak Heksa, itu Skala ambilkan susu cokelat di kulkas.”
Heksa berlari ke arah dapur lalu kembali dengan dua kotak susu cokelat dingin dan diberikan ke Skala satu, lalu diminumnya satu.
“Makasih.” ujar Skaal sambil tersenyum manis.
“Udah gede aja ini Skala. Dapat ringking berapa kemarin?” tanya Johnny, niatnya sedikit menyindir Heksa, namun anaknya itu terlampau bodo amat dan hanya bermain mobil-mobilannya.
“Satu, Om.” jawab Skala setelah menyedot susu cokelatnya sampai habis.
“Widih, pinter banget.” puji Johnny. “Kak, coba tuh dengerin Skala aja dapat peringkat satu.” sambung Johnny, Heksa menoleh.
“Masih banyak aku, Pa. Aku kan dapat ringking sembilan. Hebat kan?” dengan percaya dirinya Heksa mengatakan itu sampai membuat Jeffran tertawa.
Johnny juga ikut tertawa. “Skala lo kasih makan apaan sih? Bisa pinter gitu.”
Jeffran berdehem sebentar setelah menertawakan kelucuan Heksa. “Iyalah pinter, bokapnya aja pinter.” balasnya sedikit sombong.
Setelah mengobrol hampir cukup lama, Jeffran akhirnya pamit pulang karena Skala juga sudah terlihat sangat kelelahan.