Sweetest Hubby
Jeffran baru pulang dari kantor sekitar pukul 5 sore. Ketika baru sampai dalam unit, suasana gelap dan cukup senyap. Namun samar-samar ia mendengar suara televisi yang masih menyala ketika dirinya menyalakan lampu.
Matanya tertuju pada Rere yang tertidur pulas sambil memegangi perutnya. Tak lupa remote tv yang tergeletak begitu saja di atas karpet bulu.
Setelah melihat keadaan Rere, Jeffran amblas ke dapur. Menyimpan es krim pesanan Rere dan beberapa makanan ringan juga makanan untuk makan malam.
Lalu setelah itu, Jeffran kembali lagi ke ruang televisi untuk membangunkan Rere.
“Re, bangun.” Jeffran menepuk pelan lengan Rere. “Udah sore nih, ayo bangun dulu.” ucapnya lagi.
Rere menggeliat pelan, perlahan membuka kedua matanya dan melihat Jeffran yang berjongkok di depannya dengan jarak yang sangat dekat.
“Perutnya masih sakit?” tanya Jeffran pelan. Sedangkan Rere hanya mengangguk. “Bisa jalan gak? Kalau gak bisa saya gendong.”
Rere langsung mendudukkan badannya. “Aku sakit perut, bukan lumpuh tau.”
Mendengar itu Jeffran tertawa pelan. “Yaudah, naik ke atas. Mandi.”
“Kamar mandi atas udah bisa?”
“Oh iya lupa, saya belum telfon tukang servisnya. Mandi di tempat saya aja.”
“Bilang aja sengaja biar aku mandi di tempat om lagi.” cibir Rere kemudian berdiri dari tempatnya.
Jeffran melotot, “Enak aja. Setelah ini saya telfon orangnya.”